KELOMPOK TANI "GUBAL GAHARU INDONESIA" (KT-GGI)

Go Green Indonesia, SAVE THE WORLD WITH PLANTING AGARWOOD & IMPROVE THE ECONOMY

INOKULASI POHON GAHARU

Posted by ggisuper on January 17, 2012

Istilah yang sering dipakai selain Inokulasi antara lain adalah  ISOLAT GAHARU / SERUM GAHARU / NANO TECHNOLOGY . 

Pengertian Gaharu sebenarnya adalah hasil persenyawaan enzim jamur tertentu yang menginfeksi kayu/pohon gaharu . Persenyawaan itu menghasilkan damar wangi yang kemudian dikenal sebagai gaharu. Kayu yang mengandung damar wangi atau gaharu kategori paling bagus atau kelas super mencapai harga Rp 20 S/D 50 juta per kilogramnya.  Dan melalui metode penyulingan, gaharu secara umum dimanfaatkan sebagai pewangi. saat ini gaharu ternyata bisa digunakan sebagai obat herbal berbagai jenis penyakit berat, seperti tumor, kanker, lever, tuberkulosis, dan ginjal.

Teknik Pembudidayaan pohon gaharu :
Beberapa jenis tumbuhan berpotensi untuk memproduksi gaharu setelah dieksplorasi. Jenis tumbuhan itu meliputi Aquilaria spp, Aetoxylon sympetallum, Gyrinops, dan Gonsystylus.Berbagai jenis tumbuhan itu tersebar di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Tetapi, keberadaannya sekarang mulai langka. Masyarakat juga sulit mengenali jenis tumbuhan tersebut. Salah satu jenis Aquilaria di Kalimantan dikenal dengan nama lokal karas. Keberadaannya mulai jarang dijumpai pula.

Teknik budi daya gaharu dengan cara penginfeksian jamur pembentuk gaharu ke dalam batang pohon potensial. Isolat jamur penginfeksi atau pembentuk gaharu dari jenis Fusarium dan Cylindrocarpon. Saat ini diperoleh dari jenis Fusarium sebanyak 23 isolat jamur. Empat isolat jamur Fusarium paling cepat menginfeksi kayu berpotensi menjadi gaharu.” Dalam satu bulan kayu yang diinfeksi dengan keempat isolat jamur tersebut sudah mampu menunjukkan tanda-tanda keberhasilannya.

Kemudian gaharu buatan itu bisa dipetik pada usia satu hingga tiga tahun. Pohon potensial yang dipilih untuk membentuk gaharu, yang sudah berdiameter lebih dari 15 sentimeter dan usianya di atas 5-6 tahun. Untuk menyuntikkan isolat jamur penginfeksi, sebelumnya pohon potensial dilukai. Pada bagian pelukaan tersebut, isolat jamur disuntikkan. ” Dalam satu pohon disuntikkan isolat jamur pada 200 sampai 300 titik pelukaan batang. Dalam pelukaan kemudian terjadi infeksi jamur yang membentuk warna kehitam-hitaman.

Selama tiga tahun, semburat warna kehitaman itu akan menyebar ke atas dalam jarak hanya 3-4 sentimeter saja. Semburat warna kehitam-hitaman pada serat kayu itulah yang disebut gaharu. Selama ini gaharu alam yang paling bagus disebut gaharu super yang berwarna hitam pekat, padat, keras, mengilap, dan beraroma kuat khas gaharu.

Gaharu super tidak menampakkan serat kayunya. Bentuknya seperti bongkahan yang di dalamnya tidak berlubang. ” Klasifikasi mutu gaharu ditetapkan ada enam. Berturut-turut dari yang paling bagus, yaitu kelas super, tanggung, kacangan, teri, kemedangan, dan cincangan, ” kata Sulistyo. Kelas cincangan merupakan potongan kecil-kecil dari kayu yang terinfeksi menjadi gaharu. Meskipun tidak berwarna kehitaman atau tidak mengandung getah gaharu, kelas cincangan masih menunjukkan aroma khasnya. Biasanya, gaharu ini digunakan untuk pembuatan dupa atau hio.

Dalam proses produksi gaharu buatan, yang sangat penting dikuasai adalah proses pembenihan, persemaian, penanaman, dan pemeliharaan pohon-pohon berpotensi gaharu. Tidak kalah pentingnya, yaitu tahapan pembentukan isolat jamur yang akan diinfeksikan. Metodenya, meliputi isolasi jamur pembentuk yang diambil dari jenis pohon penghasil gaharu. Disinilah arti pentingnya harus ada kelompok tani, dimana dalam wadah kelompok tani ini akan mempermudah pembinaan rekan-rekan anggota kelompok yang tersebar dari sabang sampai merauke. Khusus Kelompok tani Gubal Gaharu Indonesia, lebih memprioritaskan kepada keluarga-keluarga yang memiliki lahan dibawah 1 Ha, atau keluarga yang hanya bisa minimal menanam 10 batang saja sudah bisa menjadi anggota kelompok tani GGI

Inokulasi pada pohon gaharu

 Fusarium yang di inokulasi ke jaringan pohon itu sebenarnya kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu pohon gaharu itu melawan dengan memproduksi resin bernama fitoaleksin supaya kuman tak menyebar ke jaringan pohon lain. Seiring waktu, resin itu mengeras di sudut sudut pembuluh xylem dan floem – organ pohon yang mendistribusikan makanan berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar.

Mengingat jenis isolate penyakit pembentuk gaharu berbeda beda sesuai kondisi iklim dan lingkungan, maka penyedia inokulan perlu melakukan isolasi jenis penyakit yang berprospek memproduksi gaharu. Isolasi ini dilakukan terhadap tanaman gaharu alam yang berada di dalam kawasan hutan sekitar daerah pengembangan. Untuk tujuan tersebut, perlu diawali dengan pengamatan lapangan untuk mempelajari aspek gaharu yang tumbuh alami serta mengisolasi dan mengidentifikasi jenis penyakit dari pohon yang terserang.
Agar berhasil mengembangkan inokulan pembentuk gaharu, diperlukan teknik tertentu. Untuk hal ini, sangat diperlukan peran dari pemerintah daerah instansi atau lembaga terkait, perguruan tinggi, dan investor atau pengusaha swasta didaerah setempat sebagai pelaku produksi inokulan.

Adapun tahapan teknik pengembangan inokulan sebagai berikut:

  • Pilih/tentukan  pohon gaharu yang akan di inokulasi.
  • Ukur Lingkar batang dan Tinggi Pohon
  • Fhoto kondisi pohon dari berbagai sisi dan tandai batang pohon dengan cat.
  • Ajukan permohonan anda untuk inokulasi ke Pusat KT-GGI, baik untuk umum/pribadi/ ataupun yang sudah menjadi anggota tani KT-GGI.
KELOMPOK TANI “GUBAL GAHARU INDONESIA” MENYEDIAKAN BAHAN/SERUM UNTUK
INOKULASI POHON GAHARU
 
klik tautan ini “ORDER INOKULAN/SERUM UNTUK INOKULASI POHON GAHARU untuk UMUM (non anggota KT-GGI)
 

Link Terkait :

Menjadi anggota tani “Gubal Gaharu Indonesia”
Budidaya Pohon Gaharu
Analisa kalkulasi biaya dan pendapatan menanam pohon gaharu
Order Bibit Pohon Gaharu
Ingin Menjadi Perwakilan Tingkat Kota/Kabupaten KT-GGI

2 Responses to “INOKULASI POHON GAHARU”

  1. Teguh said

    saya pernah baca di majalah Trubus, disitu disebutkan cara inokulasi dengan cara di bor kemudian disuntik dengan inokulan. Akan tetapi lubang bornya diameter cuma 2mm dan kedalaman 5mm. Untuk metode inokulasi kira2 bagus yang mana?

    • ggisuper said

      Untuk Konsultasi KT-GGI , hanya melayani yang sudah menjadi anggota kelompok tani. Bagi yang belum menjadi anggota tani silakan bergabung atau boleh membaca artikel yang ada pada web KT-GGI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 450 other followers