KELOMPOK TANI "GUBAL GAHARU INDONESIA" (KT-GGI)

Go Green Indonesia, SAVE THE WORLD WITH PLANTING AGARWOOD & IMPROVE THE ECONOMY

AYO TANAM GAHARU

Posted by ggisuper on March 23, 2012

Siapkan Masa Depan, Ayo Tanam Gaharu

KOMPAS/KHAERUL ANWAR
 
BARABAI, KOMPAS.com - Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, mulai melirik tanaman gaharu (Aquilaria malaccensis) sebagai investasi. Selain untuk mata pencaharian, tanaman ini juga akan menjadi pendapatan masa depan mereka.

“Di HST hingga saat ini sudah tercatat 27 ribu pohon gaharu yang dibudidayakan masyarakat setempat,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kehutanan, Dinas Kehutanan Peternakan dan Perikanan (Hutnakan) kabupaten tersebut, M.Rusdianto, di Barabai, Jumat.

Ia menerangkan, usaha budi daya pohon gaharu di “Bumi MURAKARA” HST saat ini terdapat di empat desa. “Tanaman gaharu tersebut kini sudah dikembangkan masyarakat di Desa Mandastana Kecamatan Batu Benawa, Desa Haur Gading Kecamatan Batang Alai Utara dan Desa Kambat Kecamatan Pandawan,” katanya.

Menurut dia, masyarakat HST cukup beralasan menanam pohon gaharu, karena komoditas ini memiliki nilai ekonomis tinggi serta dapat tumbuh di kawasan hutan tropis dan cocok dengan kondisi “Bumi MURAKATA”. “Pengembangan pohon gaharu saat ini belum banyak dikenal. Padahal, keuntungan dari bisnis pohon gaharu sangat menguntungkan,” katanya.

Selain dapat tumbuh di kawasan hutan, pohon gaharu juga dapat tumbuh di pekarangan. Sehingga warga memiliki banyak kesempatan untuk menanam pohon yang menghasilkan getah wangi itu. Banyaknya getah yang dihasilkan pohon Gaharu tergantung dari masa tanam dan panen pohon tersebut.

Usia tanam selama enam sampai delapan tahun, setiap batang pohon gaharu mampu menghasilkan sekitar dua kilogram getahnya. Harga getah gaharu saat ini mencapai Rp 5 juta hingga Rp 20 juta per kilogram atau tergantung dari jenis dan kualitas getahnya yang dihasilkan.

Getah gaharu dengan kualitas rendah dan berwarna kuning, laku dijual sekitar Rp 5 juta per kilogram. Sedangkan getah kualitas baik dan berwarna hitam, di pasaran mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per kilogram.

Menurut seorang petani gaharu, Ahmad Yani, ia sudah merasakan keuntungan dari menanam pohon yang dulunya merupakan hasil hutan ikutan itu. “Saya memulai budi daya gaharu sejak tahun 2001. Saat ini sudah ada beberapa pohon yang bisa dipanen,” ujarnya.

Ia mengatakan, tanaman gaharu miliknya sekarang sudah 50 batang pohon yang berumur sekitar dua hingga empat tahun berhasil dijual. Kesemuanya, dia jual seharga Rp 20 juta. Untuk menjual getah gaharu tidak terlalu sulit, karena kini banyak pembeli yang datang mencari.

Para pembeli itu ada yang datang dari Jakarta hingga dari luar negeri seperti Timur Tengah. Bibit pohon gaharu cukup mudah dicari. Satu batang bibit gaharu berharga Rp 50 ribu.

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | Leave a Comment »

BIBIT POHON GAHARU

Posted by ggisuper on January 17, 2012

Selamat datang di Ruang Pembibitan , Kelompok Tani “Gubal Gaharu Indonesia”  atau disingkat dengan  KT-GGI , yang dipusatkan dari kota Pekanbaru – Riau.

GGI melalui kelompok taninya mengajak segenap  lapisan masyarakat yang ada di seluruh Indonesia, utamanya yang memiliki lahan yang tersisa, baik yang berada di depan rumah, ataupun yang memiliki lahan sedang dengan ukuran 500 s/d 1.000 m2. Dan yang lebih bagus lagi memiliki kebun dengan ukuran yang cukup memadai 1/2 Ha, ataupun kelipatannya.

Perhitungan sederhananya begini, apabila setiap keluarga bisa menanam 10 batang pohon gaharu saat ini,  dan akan panen 7 (tujuh) tahun kemudian, estimasi terendah saja 1 batang menghasilkan uang = Rp 17 Juta, maka 1 keluarga dengan 10 batang gaharu sudah memiliki simpanan sebesar Rp 170.000.000,-   MARI BERTINDAK, Menanam untuk kehidupan lebih baik !

GGI mengajak setiap orang/keluarga di indonesia untuk ikut serta :

  1. Melestarikan Pohon Gaharu, yang sudah termasuk ke dalam jenis pohon yang dilindungi (hampir punah karena penebangan liar yang dilakukan para pemburu kayu gaharu) dimana setiap keluarga dapat menanam pohon ini mulai dari jumlah terkecil sampai terbesar disesuaikan dengan ketersediaan lahan untuk menanam. Penanaman bisa dengan beberapa batang saja di halaman rumah anda.
  2. BERTINDAK , Menanam untuk masa depan keluarga, mengapa begitu ? ..   apabila masing-masing keluarga menanam 10 batang saja setiap keluarga, maka sudah dapat di estimasikan 7 tahun kedepan mempunyai tabungan kurang lebih senilai 10 x 17 juta (Asumsi terkecil yang dihitung) = 170.000.000,-  (Cukup lumayan untuk tabungan keluarga di masa depan).
  3. Dengan menanam pohon gaharu, merawat dan menjaganya hingga saat panen tiba, setiap keluarga di Indonesia mulai saat ini sudah bisa merencanakan masa depan keluarganya dengan lebih baik .

Untuk itu GGI melalui kelompok taninya melakukan penjualan Bibit Gaharu dengan cara yang mudah bagi semua keluarga di Indonesia, karena GGI bukan bertujuan untuk Perseorangan dengan Modal yang besar, tetapi semua lapisan masyarakat bisa bergabung di kelompok tani GGI.

Syarat Untuk Menjadi Kelompok Tani “GUBAL GAHARU INDONESIA (GGI) ” : Cukup dengan melakukan pembelian Bibit sebanyak 10 batang saja atau kelipatannya dengan ketentuan harga sebagai berikut :

  1. Pembelian 10 Batang BIBIT Gaharu   @Rp. 45.000,-     = Rp. 450.000,-
  2. Pembelian diatas 30 Batang s/d 100 Batang @Rp 35.000,-
  3. Pembelian diatas 100 batang s/d 500 batang @Rp. 30.000,-
  4. Pembelian diatas 500 batang s/d 1.500 batang @Rp. 25.000,-
  5. Diatas 1.500 batang @Rp. 22.500,-
  6. Untuk perwakilan GGI diberikan harga khusus agar dapat menjual kembali di tingkat daerahnya.

Catatan :

  • Ukuran Bibit 10 Cm s/d 20 Cm
  • Jenis Bibit adalah Aquilaria malaccensis, (paling utama dari jenis yang lain saat ini) diambil dari indukan yang sudah berumur puluhan tahun dari hutan di sumatra.
  • Pengiriman Bibit sudah dalam polibag, artinya pembeli tinggal memindahkan ke lubang penanaman saja. tidak repot. (tatacara penanaman sudah disertakan pada paket pengiriman.
  • Untuk pembeli yang menghendaki dengan ukuran tertentu, harga menyesuaikan.

Catatan : MUNGKIN ADA YANG MENYEDIAKAN BIBIT DENGAN HARGA LEBIH MURAH DARI HARGA DI KT-GGI, TETAPI BAGAIMANA DENGAN JADWAL INOKULASI DAN PENYALURAN HASIL PANEN ? Harap ini dipertimbangkan oleh calon-calon anggota KT-GGI !

Untuk Pemesan/order Bibit Gaharu Silakan menghubungi :
“Gubal Gaharu Indonesia”
Desa Baru, Siak Hulu – Pekanbaru – Riau
Mas Glone , HP: 0853-5552-8986
email/YM  : csggisuper@yahoo.com
 
Link Terkait :
Menjadi anggota tani “Gubal Gaharu Indonesia”
Budidaya Pohon Gaharu
Analisa kalkulasi biaya dan pendapatan menanam pohon gaharu
Order Bibit Pohon Gaharu
Proses Inokulasi pada pohon Gaharu
Ingin Menjadi Perwakilan Tingkat Kota/Kabupaten KT-GGI
 

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | 20 Comments »

INOKULASI POHON GAHARU

Posted by ggisuper on January 17, 2012

Istilah yang sering dipakai selain Inokulasi antara lain adalah  ISOLAT GAHARU / SERUM GAHARU / NANO TECHNOLOGY . 

Pengertian Gaharu sebenarnya adalah hasil persenyawaan enzim jamur tertentu yang menginfeksi kayu/pohon gaharu . Persenyawaan itu menghasilkan damar wangi yang kemudian dikenal sebagai gaharu. Kayu yang mengandung damar wangi atau gaharu kategori paling bagus atau kelas super mencapai harga Rp 20 S/D 50 juta per kilogramnya.  Dan melalui metode penyulingan, gaharu secara umum dimanfaatkan sebagai pewangi. saat ini gaharu ternyata bisa digunakan sebagai obat herbal berbagai jenis penyakit berat, seperti tumor, kanker, lever, tuberkulosis, dan ginjal.

Teknik Pembudidayaan pohon gaharu :
Beberapa jenis tumbuhan berpotensi untuk memproduksi gaharu setelah dieksplorasi. Jenis tumbuhan itu meliputi Aquilaria spp, Aetoxylon sympetallum, Gyrinops, dan Gonsystylus.Berbagai jenis tumbuhan itu tersebar di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Tetapi, keberadaannya sekarang mulai langka. Masyarakat juga sulit mengenali jenis tumbuhan tersebut. Salah satu jenis Aquilaria di Kalimantan dikenal dengan nama lokal karas. Keberadaannya mulai jarang dijumpai pula.

Teknik budi daya gaharu dengan cara penginfeksian jamur pembentuk gaharu ke dalam batang pohon potensial. Isolat jamur penginfeksi atau pembentuk gaharu dari jenis Fusarium dan Cylindrocarpon. Saat ini diperoleh dari jenis Fusarium sebanyak 23 isolat jamur. Empat isolat jamur Fusarium paling cepat menginfeksi kayu berpotensi menjadi gaharu.” Dalam satu bulan kayu yang diinfeksi dengan keempat isolat jamur tersebut sudah mampu menunjukkan tanda-tanda keberhasilannya.

Kemudian gaharu buatan itu bisa dipetik pada usia satu hingga tiga tahun. Pohon potensial yang dipilih untuk membentuk gaharu, yang sudah berdiameter lebih dari 15 sentimeter dan usianya di atas 5-6 tahun. Untuk menyuntikkan isolat jamur penginfeksi, sebelumnya pohon potensial dilukai. Pada bagian pelukaan tersebut, isolat jamur disuntikkan. ” Dalam satu pohon disuntikkan isolat jamur pada 200 sampai 300 titik pelukaan batang. Dalam pelukaan kemudian terjadi infeksi jamur yang membentuk warna kehitam-hitaman.

Selama tiga tahun, semburat warna kehitaman itu akan menyebar ke atas dalam jarak hanya 3-4 sentimeter saja. Semburat warna kehitam-hitaman pada serat kayu itulah yang disebut gaharu. Selama ini gaharu alam yang paling bagus disebut gaharu super yang berwarna hitam pekat, padat, keras, mengilap, dan beraroma kuat khas gaharu.

Gaharu super tidak menampakkan serat kayunya. Bentuknya seperti bongkahan yang di dalamnya tidak berlubang. ” Klasifikasi mutu gaharu ditetapkan ada enam. Berturut-turut dari yang paling bagus, yaitu kelas super, tanggung, kacangan, teri, kemedangan, dan cincangan, ” kata Sulistyo. Kelas cincangan merupakan potongan kecil-kecil dari kayu yang terinfeksi menjadi gaharu. Meskipun tidak berwarna kehitaman atau tidak mengandung getah gaharu, kelas cincangan masih menunjukkan aroma khasnya. Biasanya, gaharu ini digunakan untuk pembuatan dupa atau hio.

Dalam proses produksi gaharu buatan, yang sangat penting dikuasai adalah proses pembenihan, persemaian, penanaman, dan pemeliharaan pohon-pohon berpotensi gaharu. Tidak kalah pentingnya, yaitu tahapan pembentukan isolat jamur yang akan diinfeksikan. Metodenya, meliputi isolasi jamur pembentuk yang diambil dari jenis pohon penghasil gaharu. Disinilah arti pentingnya harus ada kelompok tani, dimana dalam wadah kelompok tani ini akan mempermudah pembinaan rekan-rekan anggota kelompok yang tersebar dari sabang sampai merauke. Khusus Kelompok tani Gubal Gaharu Indonesia, lebih memprioritaskan kepada keluarga-keluarga yang memiliki lahan dibawah 1 Ha, atau keluarga yang hanya bisa minimal menanam 10 batang saja sudah bisa menjadi anggota kelompok tani GGI

Inokulasi pada pohon gaharu

 Fusarium yang di inokulasi ke jaringan pohon itu sebenarnya kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu pohon gaharu itu melawan dengan memproduksi resin bernama fitoaleksin supaya kuman tak menyebar ke jaringan pohon lain. Seiring waktu, resin itu mengeras di sudut sudut pembuluh xylem dan floem – organ pohon yang mendistribusikan makanan berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar.

Mengingat jenis isolate penyakit pembentuk gaharu berbeda beda sesuai kondisi iklim dan lingkungan, maka penyedia inokulan perlu melakukan isolasi jenis penyakit yang berprospek memproduksi gaharu. Isolasi ini dilakukan terhadap tanaman gaharu alam yang berada di dalam kawasan hutan sekitar daerah pengembangan. Untuk tujuan tersebut, perlu diawali dengan pengamatan lapangan untuk mempelajari aspek gaharu yang tumbuh alami serta mengisolasi dan mengidentifikasi jenis penyakit dari pohon yang terserang.
Agar berhasil mengembangkan inokulan pembentuk gaharu, diperlukan teknik tertentu. Untuk hal ini, sangat diperlukan peran dari pemerintah daerah instansi atau lembaga terkait, perguruan tinggi, dan investor atau pengusaha swasta didaerah setempat sebagai pelaku produksi inokulan.

Adapun tahapan teknik pengembangan inokulan sebagai berikut:

  • Pilih/tentukan  pohon gaharu yang akan di inokulasi.
  • Ukur Lingkar batang dan Tinggi Pohon
  • Fhoto kondisi pohon dari berbagai sisi dan tandai batang pohon dengan cat.
  • Ajukan permohonan anda untuk inokulasi ke Pusat KT-GGI, baik untuk umum/pribadi/ ataupun yang sudah menjadi anggota tani KT-GGI.
KELOMPOK TANI “GUBAL GAHARU INDONESIA” MENYEDIAKAN BAHAN/SERUM UNTUK
INOKULASI POHON GAHARU
 
klik tautan ini “ORDER INOKULAN/SERUM UNTUK INOKULASI POHON GAHARU untuk UMUM (non anggota KT-GGI)
 

Link Terkait :

Menjadi anggota tani “Gubal Gaharu Indonesia”
Budidaya Pohon Gaharu
Analisa kalkulasi biaya dan pendapatan menanam pohon gaharu
Order Bibit Pohon Gaharu
Ingin Menjadi Perwakilan Tingkat Kota/Kabupaten KT-GGI

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | 2 Comments »

ANALISA PERHITUNGAN HASIL BUDIDAYA POHON GAHARU

Posted by ggisuper on January 17, 2012

Untuk Tahun Penanaman Thn 2012

Secara mudah dan sederhana dapatlah dibuat sebuah analisa dan perhitungan biaya serta hasil yang akan didapat oleh setiap keluarga di indonesia , dengan beberapa asumsi sebagai berikut :

  1. Misal Luas areal untuk penanaman adalah seluas 200 m2, dengan perhitungan jarak tanam 3m x  3 m, maka didapatlah jumlah pohon yang bisa ditanam pada lahan adalah  = 20 batang pohon gaharu.
  2. Biaya, dibedakan menjadi 3 bagian yaitu:
  3. Biaya tahap 1 (pengadaan bibit,penanaman dan perawatan di tahun pertama)
  4. Biaya tahap 2 (perawatan tanaman pada tahun ke-2 sampai tahun ke-7),
  5. Biaya tahap 3 (inokulasi dan perawatan pasca inokulasi tahun ke-8 sampai tahun ke-10).

a. Biaya tahap 1:

- pembelian bibit 20 btng @ Rp.45.000,- ……………..= Rp.      900.000,-
- pupuk kandang 100 kg @ Rp. 1.000,- …………………= Rp.      100.000,-
- pestisida (furadan,stiko,dll ………………………………..= Rp.     500.000,-
- tenaga penanaman @Rp 10.000,- x 20 ………………..= Rp.     200.000,-
- tenaga perawatan = @Rp. 50.000 x 20 ……………….= Rp.  1.000.000,-
………………………………………………………..JUMLAH = Rp. 2.700.000,-
b. Biaya tahap 2:
- pupuk kandang ………………………………………………= Rp.       300.000,-
- pupuk pabrik …………………………………………………=Rp.        300.000,-
- pestisida……………………………………………………….= Rp.       200.000,-
- tenaga perawatan @1  juta/tahun x 5 ………………. =  Rp   5.000.000,-

- Biaya oprasional   @ 500.000 x 5 tahun …………….= Rp   2. 500.000,-
………………………………………………………JUMLAH = Rp. 8.300.000,-

c. Biaya tahap 3:
- pembelian fusarium sp untuk inokulasi                          = Rp.   6.000.000

(Untuk Pohon dengan Diameter 15 CM)
- tenaga inokulan                                                                        = Rp.   2.000.000

-tenaga perawatan @ 1 juta x 3                                             = Rp.   3.000.000
- tenaga panen                                                                              = Rp.   2.000.000

- lain-lain                                                                                        = Rp.     100.000
………………………………………………………JUMLAH = Rp. .13.100.000

Jumlah a+b+c = Rp. .24.100.000 (Dua puluh empat juta seratus ribu)

2. PENERIMAAN

Dengan asumsi bahwa tingkat keberhasilan inokulasi adalah 80 %, dari 20 batang. tanaman cuma menghasilkan 16 batang pohon saja yang bisa dipanen.

Satu batang pohon gaharu dengan masa inokulasi 3 tahun menghasilkan rata-rata  :

  1. 1 kg Gaharu Jenis/grade AB Bawah + 1 Kg gaharu grade B
  2. 2 kg kemedangan atas
  3. 3 kg kemedangan tengah
  4. 5 kg kemedangan bawah
  5. 20 kg Cincangan kemedangan
  6. 10 Kg Abu Kemedangan
  7. 10 kg abu kelas bawah

Sehingga total yang dihasilkan dari 16 batang :

  1. Grade AB bawah : 1 kg x 16 batang x Rp. 2.500.00          = Rp.     40.000.000,-
  2. Grade B  :                  1 kg x 16 batang x Rp. 1.500.000       = Rp.     24.000.000,-
  3. Grade kemedangan atas 2 Kg x 16 Btg x Rp. 1.000.000 = Rp.     32.000.000,-
  4. Grade kemedangan tengah 3 kg x 16 x Rp.   600.000      = Rp.     28.800.000,-
  5. Grade Kemedangan bawah 5 kg x 16 x Rp.   300.000      = Rp.     24.000.000,-
  6. Cincangan kemedangan 20 kg x 16 x Rp.   100.000         = Rp.     32.000.000,-
  7. Abu Kemedangan 10 kg x 16 x Rp. 250.000                       = Rp.      40.000.000,-
  8. Abu putih/bawah  10 kg x 16 x Rp. 75.000                         = Rp.     12.000.000,-

===========================================================

TOTAL                             = Rp.   232.000.000,-

===========================================================

Jumlah penerimaan diatas kami ambil dari data harga jual gaharu yang paling rendah

3. KEUNTUNGAN
PENERIMAAN – BIAYA = Rp. 232.800.000  – Rp.  24.100.000- = Rp  208.700.000,-
Rata-rata perpohon gaharu umur 6 tahun dengn masa inokulasi 3 tahun (tahun ke-8 sampai tahun ke-10), menghasilkan Rp 208.700.000/16 batang = 13 juta rupiah lebih.  Jadi dari investasi sebanyak 24,1 jutaan, berpotensi menghasilkan Rp. 208.700.000,-

Analisa ini baru dihitung dengan harga jual saat ini, Tentu Nilainya akan jauh lebih tinggi untuk harga jual 7 s/d 10 tahun kedepan.

Segera BERTINDAK, Menanam untuk masa depan keluarga yang lebih baik ! , manfaatkan lahan sebaik mungkin agar dapat menghasilkan uang tambahan bagi keluarga anda.

Link Terkait :

Menjadi anggota tani “Gubal Gaharu Indonesia”
Budidaya Pohon Gaharu
Order Bibit Pohon Gaharu
Proses Inokulasi pada pohon Gaharu
Ingin Menjadi Perwakilan Tingkat Kota/Kabupaten KT-GGI

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | Tagged: , | 37 Comments »

Sudah Gaharu Cendana Pula (Harum 200 Juta/Liter)

Posted by ggisuper on January 11, 2012

MINYAK GAHARU Rp. 200 Juta/Liter

Gaharu merupakan sebuah nama komoditi hasil hutan non kayu yang pada saat ini sudah menjadi perbincangan banyak orang mulai dari kalangan atas sampai dengan para petani di desa-desa yang jauh dari perkotaan. Sejarah telah membuktikan bahwa keharuman gaharu telah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu.

Dilihat dari wujud dan manfaatnya, gaharu memang sangat unik. Gaharu sebenarnya sebuah produk yang berbentuk gumpalan padat berwarna coklat kehitaman sampai hitam dan berbau harum yang terdapat pada bagian kayu atau akar tanaman pohon induk  (misalnya: Aquilaria M.) yang telah mengalami proses perubahan fisika dan kimia akibat terinfeksi oleh sejenis jamur. Oleh sebab itu tidak semua pohon penghasil gaharu mengandung gaharu.

Dari sisi pemanfaatan, gaharu sejak zaman dahulu kala sudah digunakan, baik oleh kalangan bangsawan (kerajaan) hingga masyarakat suku pedalaman di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan. Gaharu dengan demikian mempunyai nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang cukup tinggi. Secara tradisional gaharu dimanfaatkan antara lain dalam bentuk dupa untuk acara ritual dan keagamaan, pengharum tubuh dan ruangan, bahan kosmetik dan obat-obatan sederhana. Dan pada Saat ini pemanfaatan gaharu telah berkembang demikian meluas antara lain untuk parfum, aroma terapi, sabun, body lotion, bahan obat-obatan yang memiliki khasiat sebagai anti asmatik, anti mikrobia, dan stimulan kerja syaraf dan pencernaan.

Dengan Meningkatnya perdagangan gaharu sejak 30 tahun terakhir ini, menyebakan timbulnya kelangkaan hasil hutan berupa gubal gaharu dari alam. Berdasarkan informasi, harga gaharu dengan kualitas Super di pasaran nasional Indonesia, yang diketahui Kelompok Tani Gubal Gaharu Indonesia, untuk saat ini telah mencapai Rp 40.000.000,- s/d Rp 50.000.000,- per kilogram dengan kwalitas super, kualitas Tanggung dengan harga rata-rata per kilogram Rp 20.000.000,-, kualitas Kacangan dengan harga rata-rata Rp15.000.000,-, kualitas Teri (Rp 10.000.000,- s/d Rp14.000.000,-), kualitas Kemedangan (Rp 1.000.000,- s/d Rp 4.000.000,-), dan Suloan (Rp75.000,-).

Bertahun-tahun masyarakat dan pemerintah daerah di Indonesia menikmati berkah dari keberadaan gaharu pohon gaharu ini, baik sebagai sumber pendapatan masyarakat maupun penerimaan daerah. Besarnya permintaan pasar, harga jual yang tinggi, dan pola pemanenan yang berlebihan serta perdagangan yang masih mengandalkan pada alam tersebut, maka jenis-jenis tertentu misalnya Aquilaria dan Gyrinops saat ini sudah tergolong langka, dan masuk dalam lampiran Convention on International Trade on Endangered Spcies of Flora and Fauana (Appendix II CITES).

Sejak tahun 1994 Indonesia sudah berkewajiban melindungi pohon penghasil gaharu, namun menurut kenyataan, keberadaan pohon penghasil gaharu tersebut di Indonesia tidak terkecuali di Sumatera dan Kalimantan semakin langka keberadaannya. Selama ini masyarakat hanya tinggal memanen gaharu yang dihasilkan oleh alam. Seringkali masyarakat tidak tahu pasti kapan pohon penghasil gaharu mulai membentuk gaharu dan bagaimana prosesnya. Kelangkaan terjadi karena pohon penghasil gaharu ditebang tanpa memperhatikan ada atau tidak adanya gubal gaharu pada pohon tersebut.

Menurut hasil kajian, departemen kehutanan RI, dari 20 pohon penghasil gaharu yang ditebang di hutan alam hanya ada satu atau sering sama sekali tidak ada yang mengandung gaharu. Kalaupun ada pohon yang mengandung gaharu, maka jumlah gaharu yang ada di pohon tersebut hanya beberapa kilogram saja. Oleh karena itu dapat dibayangkan kalau pencari gaharu mendapatkan gaharu kira-kira 5 kilogram, mungkin puluhan atau bahkan ratusan pohon penghasil gaharu yang harus ditebang. Praktek semacam inilah yang mengakibatkan jumlah pohon pengahasil gaharu di alam semakin menurun dari tahun ke tahun.

Indikasi menurunnya pupulasi pohon penghasil gaharu ditunjukkan oleh kecenderungan produksi gaharu dari Kalimantan dan Sumatera dari tahun ke tahun, di mana realisasi produksi gaharu pada dekade 80’an pernah mencapai ribuan ton dengan kualitas yang tinggi, sedangkan saat ini produksi tersebut merosot drastis hanya kira-kira puluhan ton saja dengan kualitas yang bervariasi.

Guna menghindari agar tumbuhan jenis gaharu di alam tidak punah dan pemanfaatannya dapat lestari maka perlu diupayakan untuk budidaya tanaman pohon gaharu, Namun upaya budidaya tersebut tidak mudah dilaksanakan, dan kalaupun ada usaha konservasi dan budidaya namun skalanya terbatas dan hanya dilakukan oleh lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan LSM konservasi. Sementara masyarakat secara luas enggan untuk melakukan budidaya pohon penghasil gaharu karena memang masyarakat luas belum mengetahui peluang emas dengan melakukan budidaya pohon gaharu.

Peluang untuk mengembalikan gaharu menjadi sebuah produk hutan non kayu, menjadi produk andalan kembali terbuka dengan ditemukannya teknologi rekayasa produksi gaharu. Dengan teknologi inokulasi maka produksi gaharu dapat direncanakan dan dipercepat melalui induksi jamur pembentuk gaharu pada pohon penghasil gaharu. Peningkatan produksi gaharu dimaksud (yang kegiatannya terdiri dari kegiatan di bagian hulu sampai hilir) selanjutnya akan berdampak pada peningkatan penerimaan oleh masyarakat petani melalui kelompok tani.

Untuk itu melalui Kelompok Tani “GUBAL GAHARU INDONESIA”  KT-GGI, berusaha untuk menghimpun segenap lapisan masyarakat, dalam program menanam 1.000.000,- pohon gaharu untuk peningkatan ekonomi keluarga di Indonesia agar lebih baik dimasa yang akan datang.

 MARI BERSAMA KT-GGI, KITA SONGSONG MASA DEPAN  YANG LEBIH BAIK.

Link Terkait :
Peluang Menjadi perwakilan KT-GGI Tingkat Daerah
Menjadi Anggota Tani KT-GGI
Order Bibit Gaharu
Analisa Penghasilan dengan menanam 20 Batang Pohon Gaharu
PUSAT JUAL BELI GAHARU/AGARWOOD
 

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | Tagged: , , , , , , , | 12 Comments »

PEMELIHARAAN TANAMAN

Posted by ggisuper on January 4, 2012

Pohon gaharu sesuai ditanam di antara daerah dataran rendah hingga ke perbukitan pada ketinggian 0 – 750 meter dari permukaan air laut dengan curah hujan kurang dari 2000 cm. Suhu yang sesuai adalah antara 27°C hingga 32°C dengan kadar cahaya matahari sebanyak 70%. Jenis tanah yang sesuai adalah jenis lembut dan liat berpasir dengan pH tanah antara 4.0 hingga 6.0.

Biji benih yang berkualitas amat penting untuk pembibitan , biasanya pembenihan di lakukan oleh nurseri untuk menjamin bibit benih tanaman dalam volume yang besar dan berkelanjutan . Buah karas dari jenis Aquilaria Malaccencis adalah berbentuk kapsul, 3.5 cm hingga 5 cm panjang, ovoid dan berwarna coklat. Kulitnya agak keras. Mengandung 3 hingga 4 biji benih bagi setiap buah.

Penanaman bisa dilakukan di tanah-tanah perkebunan ataupun di tanah yang sempit seperti halaman rumah atau masjid. Bisa juga ditanam di kebun kelapa sawit, ladang kopi dan kebun di bawah pokok-pokok yang lain yang berumur antara 5 – 8 tahun. Teknik tanaman secara sistem tumpangsari atau intergrasi dengan 2 atau lebih tanaman juga boleh dilakukan.

Teknik menanam adalah dengan menggali lubang dalam jarak ukuran 2mx2m, 3mx3m, atau 3mx5m. Tergantung kepada teknik tanaman secara selang, intergrasi atau sebagainya. Anak pokok dikeluarkan dari politena bag dan dimasukkan ke dalam lubang yang digali dengan besar diameter dan kedalaman 0.5 meter. Tanah dipermukaan dipadatkan dengan tangan untuk memastikan akar bersentuhan rapat dengan tanah dan hindarkan pengaliran air di permukaan (surface water). Kadar pemupukan tidak boleh melebihi 100 gm bagi tiap-tiap lubang yaitu dengan kadar pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 40 – 50 gm dan TSP sebanyak 40 – 50 gm semasa proses penanaman.

Pohon gaharu yang ditanam perlu dibersihkan dari gangguan pokok lain sekitar 50 cm untuk menghindarkan persaingan hidup. Pekerjaan ini dilakukan dalam 2 – 3 kali setahun sehingga pohon berusia 5 tahun. Pengemburan 2 kali setahun adalah amat baik untuk memberi oksigen ke dalam tanah untuk melancarkan penyerapan makanan oleh pohon.

Selamat Memulai, demi masa depan keluarga yang lebih baik !

Link Terkait :

Menjadi anggota tani “Gubal Gaharu Indonesia”
Budidaya Pohon Gaharu
Analisa kalkulasi biaya dan pendapatan menanam pohon gaharu
Order Bibit Pohon Gaharu
Proses Inokulasi pada pohon Gaharu
Ingin Menjadi Perwakilan Tingkat Kota/Kabupaten KT-GGI

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | 2 Comments »

3 batang pohon GAHARU HASILKAN UANG Puluhan Juta !!!

Posted by ggisuper on December 23, 2011

Selasa, 15/03/2011 | 10:19 WIB

Nama gaharu mungkin sudah cukup lama akrab di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Salah satu buktinya, pepatah Melayu yang berbunyi: sudah cendana gaharu pula. Meski demikian, hingga kini belum banyak yang tahu bahwa gaharu bisa dibudidayakan dan nilainya, selangit.

Semula niat Abdulqodir Hadi Mustofa menanam 39 bibit gaharu di sela-sela pohon karet amat sederhana: cuma ingin mengambil kulit batang yang kuat. Ia ingin memanfaatkannya sebagai tali tas pengangkut getah karet. Namun atas saran kerabat ia memasukkan cairan cendawan Fusarium sp di 3 lubang.

Dua tahun kemudian pada Oktober 2008, Abdulqodir menebang sebatang pohon itu dan memperoleh 300 kg kemedangan (semacam getah damar). Tanpa dia sangka-sangka, kemedangan diperolehnya itu laku dijual seharga Rp 300 ribu per kg. Dari 100 kg saja kemedangan yang terjual, pria 50 berusia tahun itu mampu memperoleh pendapatan Rp 30 juta.

Fusarium sp yang diinokulasi atau disuntikkan Abdulqodir ke jaringan pohon itu sebetulnya kuman penyebab penyakit untuk pohon spesies tertentu. Oleh karena itu pohon yang disuntik tersebut, melawan dengan memproduksi getah resin bernama fitoaleksin supaya kuman tak menyebar ke seluruh jaringan pohon. Seiring waktu, getah resin itu mengeras di sudut-sudut pembuluh xylem dan floem – organ pohon yang mendistribusikan makanan – membentuk gumpalan berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar. Itulah kemedangan yang dipanen oleh Abdulqodir, pekebun di  Kotabaru, Provinsi Jambi.

Andai waktu inokulasi lebih lama, 2-4 tahun, kemedangan yang semula kecokelatan itu berubah warna menjadi kehitaman dan lebih harum lantaran kadar resin lebih tinggi. Itulah yang disebut gubal gaharu, atau sering disebut dengan ‘gaharu’ saja. Melalui metode penyulingan, gaharu umumnya dimanfaatkan sebagai pewangi. Saat ini, harga gaharu di pasaran berkisar antara Rp 5 juta-Rp 30 juta per kg, tergantung tinggi rendah kadar resinnya. Bahkan gaharu kualitas super atau kategori paling bagus, harganya bisa menembus angka Rp 50 juta per kg.

Karena itu, tak mengherankan bila Abdulqodir berencana membiarkan selama beberapa tahun, 38 batang pohon gaharu miliknya yang sudah terinokulasi cairan cendawan Fusarium sp. Dengan demikian, maka Abdulqodir bak menyimpan harta karun. Bayangkan, sebuah pohon berumur 15 tahun seperti milik Abdulqodir bakal menghasilkan rata-rata 1 kg gubal gaharu. Hanya dengan kualitas terendah dan harga termurah per kg Rp 5 juta, maka omzetnya dapat mencapai Rp190 juta.

Gaharu yang memberi pendapatan tidak kecil pada Abdulqodir, memang bukan nama pohon, tetapi resin yang dihasilkan dari pohon genus tertentu. Hanya saja, untuk mudahnya, masyarakat menyebut setiap pohon yang dapat menghasilkan kemedangan atau gubal gaharu, sebagai pohon gaharu.

Peluang Besar

Ketua Asgarin (Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia) Dr Faisal Salampessy SH mengungkapkan, permintaan terhadap gaharu terus meningkat karena bejibun kegunaannya. “Beberapa agama di dunia mensyaratkan wangi gaharu yang dibakar sebagai sarana peribadatan. India dan China paling besar menyerap untuk kemenyan,” kata doktor perencana keuangan dari Universitas New Delhi di India itu.

Selain agama, pola hidup juga berpengaruh. Di Timur Tengah gaharu menjadi kebutuhan pokok. “Masyarakat Arab menggunakan gaharu untuk siwak atau menggosok gigi agar mulut tidak bau. Kondisi iklim panas dan kegemaran mengkonsumsi daging membuat tubuh mereka bau menyengat sehingga gaharu juga dipakai untuk pengharum,” kata Dr Afdol Tharik Wastono SS MHum, dosen Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Saat ini Indonesia menjadi produsen gaharu terbesar di dunia. Total ekspor gaharu Indonesia ke negara-negara Asia seperti Taiwan mencapai 92.188 kg. Jumlah itu naik dibandingkan 2005 (70.335 kg) dan 2004 (32.365 kg). Mayoritas yang diekspor kemedangan. Untuk pasar Timur Tengah terjadi penurunan ekspor: 2006 (39.400 kg), 2005 (67.245 kg). Musababnya mereka ingin gubal super yang sulit diperoleh.

Sebab itu yang mengeluh kekurangan bahan baku bukan cuma Taufik Murad. CV Ama Ina Rua, eksportir di Jakarta juga kekurangan pasokan gaharu. Menurut Faisal Salampessy, direktur, berapa pun produksi akan diserap. Perusahaan yang berdiri pada 2000 itu kini hanya mengekspor 2-3 ton dari semula 5,6 ton per bulan gaharu ke Singapura.

Menurut Joni Surya ke depan gaharu budidaya lah yang banyak diperjualbelikan. “Seberapa lama alam bisa menyediakan gaharu?” tanyanya. Apalagi di masa mendatang kebutuhan gaharu sebagai aromaterapi dan obat meningkat. Sebagai obat faedahnya antara lain antiasma, anti-mikroba, serta hepatitis. Itu karena gaharu mengandung 17 senyawa aktif seperti agarospirol, aquilochin, dan noroksoagarofuran.

Substansi aromatik dalam gubal termasuk golongan sesquiterpena yang hingga kini belum dapat dibuat sintetisnya. Baru-baru ini sebuah perusahaan parfum terbesar di Jerman mengundang para peneliti tanahair melakukan uji DNA untuk mengetahui pencetus aroma gaharu. ‘Mereka berkepentingan karena selama ini tidak pernah kebagian bahan baku yang selalu habis terserap pasar Timur Tengah,’ ungkap Dr Teuku Tadjuddin, kepala seksi Bioteknologi Puspiptek Serpong di Tangerang.

Pantas jika penanaman gaharu terus meluas. Apalagi harga jual terus melambung. Jika pada 2001 per kg gaharu super harganya Rp 4 juta-Rp 5 juta, saat ini sudah mencapai Rp10 juta-Rp 50 juta. Demikian pula harga gubal kelas AB yang cuma Rp 2 juta-Rp 3 juta per kg, saat ini telah tembus Rp 4 juta-Rp 5 juta.

ANDA INGIN UANG DARI GAHARU ?

SEGERA BERGABUNG DENGAN KELOMPOK TANI “GUBAL GAHARU INDONESIA”,  KT-GGI

Link Terkait :
Menjadi anggota tani “Gubal Gaharu Indonesia”
Budidaya Pohon Gaharu
Analisa kalkulasi biaya dan pendapatan menanam pohon gaharu
Order Bibit Pohon Gaharu
Proses Inokulasi pada pohon Gaharu
Ingin Menjadi Perwakilan Tingkat Kota/Kabupaten KT-GGI
 

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | Tagged: , , , , , | 4 Comments »

Hello GGI “Gubal Gaharu Indonesia”

Posted by ggisuper on December 22, 2011

Budidaya Gaharu, Satu Pohon Hasilkan Puluhan Juta

| Tue, Feb 17, 2009 at 13:07 | Kota Baru, Radar Banjarmasin

Mahalnya harga jual getah dan pohon gaharu saat ini membuat banyak petani Kotabaru mulai tertarik untuk mengembangkan dan membudidayakan pohon gaharu. Selain memiliki harga ekonomis yang tinggi, pohon gaharu juga dapat tumbuh di kawasan hutan tropis. Pengembangan pohon gaharu saat ini tak terlalu banyak dikenal orang. Hanya orang-orang tertentu saja yang sudah mengembangkan dan menanam pohon ini. Padahal, keuntungan dari bisnis pohon gaharu dapat mengubah tingkat kesejahteraan warga hanya dalam waktu beberapa tahun.

Selain dapat tumbuh di kawasan hutan, pohon gaharu juga dapat tumbuh di pekarangan warga. Karena itu sebenarnya warga memiliki banyak kesempatan untuk menanam pohon yang menghasilkan getah wangi ini. Banyaknya getah yang dihasilkan dari pohon gaharu tergantung dari masa tanam dan panen pohon tersebut. Misalnya untuk usia tanam selama 9 sampai 10 tahun, setiap batang pohon mampu menghasilkan sekitar 2 kilogram getah gaharu.

Sementara harga getah gaharu mencapai Rp5-20 juta per kilogram. Harga itu tergantung dari jenis dan kualitas getah gaharu. Untuk getah gaharu yang memiliki kualitas rendah dan berwarna kuning laku dijual Rp5 juta per Kg, sedangkan untuk getah pohon gaharu yang berwarga hitam atau dengan kualitas baik laku dijual Rp15-20 juta per Kg.

Salah seorang petani Kotabaru yang sudah mengembangkan pohon gaharu ini adalah Miran, warga Desa Langkang, Kecamatan Pulau Laut Timur. Menurutnya, untuk menanam pohon gaharu dan menghasilkan banyak getah diperlukan perawatan khusus.

Saat pohon gaharu berumur sekitar 5-8 tahun, pohon yang tumbuh seperti pohon hutan alam itu perlu disuntik dengan obat pemuncul getah. Setiap pohon diperlukan satu ampul dengan harga Rp300 ribu. Miran mengaku, ia sudah menjual sekitar 50 batang pohon gaharu yang masih berumur sekitar 1-3 tahun dengan nilai Rp19 juta. Ia juga telah menanam 500 batang pohon gaharu dengan umur satu tahun lebih dan tinggi sekitar 50 cm.

Karena memiliki sifat tumbuh yang tidak jauh beda dengan tanaman hutan lainnya, setiap hektar lahan dapat ditanam sekitar 500 pohon gaharu dengan jarak tanam sekitar 3-4 kali 6 meter.

Bibit pohon gaharu tersebut ia peroleh dari Samarinda, Kalimantan Timur, yang sebelumnya dikembangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Harga bibit dari Rp 15.000 sampai Rp 35.000 per pohon.

Untuk pemasaran tidak perlu repot, karena banyak pembeli yang siap mendatangi mereka yang memiliki getah gaharu. Pengusaha transportasi itu juga berharap usaha yang ia rintis dapat diikuti masyarakat dan petani lain di Kotabaru. Apalagi bila mengingat masih banyak lahan tidur dibiarkan terbengkalai mubazir.

“Jika lahan tidur di wilayah kita dikembangkan dengan menanam gaharu, maka 10-15 tahun kemudian akan menghasilkan uang ratusan juta,” terang Miran. Sebelumnya, Miran sudah mencoba beberapa tanaman kebun, namun hasilnya tidak seperti menanam pohon gaharu. Dalam satu pohon usia dewasa dapat menghasilkan uang puluhan juta rupiah,

Selain Miran banyak petani lain di Desa Betung, Langkang Lama, Langkang Baru, Gunung Ulin dan Sebelimbingan yang mulai mengembangkan kayu yang biasa diambil getahnya untuk bahan minyak dan bahan obat-obatan tersebut.(Narullah)

Untuk Pemesan Bibit Dari  Seluruh Wilayah Indonesia, Bisa anda  lakukan melalui Kelompok Budidaya Pengembangan Pohon Gaharu,  Gubal Gaharu Indonesia (GGI)  Pekanbaru Riau, Melalui Mas Glone Hp. 0853-5552-8986

dan saat ini GGI Mencari perwakilannya untuk seluruh kota di Indonesia, bagi yang berminat silakan kontak lansung Mas Glone.

Link Terkait :

Menjadi anggota tani “Gubal Gaharu Indonesia”
Budidaya Pohon Gaharu
Analisa kalkulasi biaya dan pendapatan menanam pohon gaharu
Order Bibit Pohon Gaharu
Proses Inokulasi pada pohon Gaharu
Ingin Menjadi Perwakilan Tingkat Kota/Kabupaten KT-GGI

Posted in Gubal Gaharu Indonesia | Tagged: , , , | 2 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 450 other followers