RSS

Budidaya Pohon Gaharu

10 Jan

STOP GLOBAL WARMING

Call Center KT-GGI   0823-884-777-86

Invite  :  7df357c4   or 7d9ee0be

GERAKAN MENANAM 1  JUTA POHON GAHARU OLEH KELUARGA DI INDONESIA, DEMI PERBAIKAN EKONOMI YANG LEBIH BAIK DI HARI ESOK.

Sedikit kilas balik yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita keluarga indonesia yang menginginkan terjadinya perbaikan ekonomi di hari esok (saat anak/cucu kita menginjak dewasa).

Kurang lebih 12 tahun yang lalu, Pemerintah Negara Malaysia, melakukan transmigrasi penduduknya ke daerah lahan yang kosong, masing masing keluarga yang dipindahkan diberi tanah 10 Ha untuk berkebun sawit, dan diberi kredit untuk pengelolaan kebunya selama 5 tahun. Apa yang terjadi 7 tahun sejak transmigrasi dilakukan ?

Penduduk yang melakukan transmigrasi tersebut menjadi orang-orang kaya baru, yang hidup dengan keuangan yang cukup, dan ironinya kurang lebih 3.000.000,- (3 juta) orang tenaga kerja di perkebunan tersebut adalah orang Indonesia. (Sekali lagi kerja ke luar negeri hanya menjadi babu di negara orang).

Bagaimana kalau kebijakan ini dilakukan Pemerintah Kita dari 8 tahun yang lalu, kejadiannya mungkin hampir sama, Kita (Indonesia) bisa import pekerja dari negara lain . Dan tentunya di Indonesia akan muncul jutaan orang kaya baru.

Kini SAYA, ANDA dan SEMUA ORANG Indonesia tetap berharap adanya kebijakan pemerintah yang berpihak kepada orang banyak (rakyat Indonesia dalam pengertian yang seutuhnya, bukan kepada sekelompok Investor SAJA). SAMBIL MENUNGGU kebijakan Pemerintah, GGI melalui kelompok taninya mengajak semua keluarga Indonesia untuk ikut serta BERTINDAK ! Dalam gerakan menanam 1 milyar pohon gaharu untuk perbaikan ekonomi 5-7 tahun mendatang, karena perbaikan ekonomi sebuah bangsa bukanlah seperti membalikan telapak tangan. DAN melalui gerakan ini bisa kita estimasikan untuk 7 tahun kedepan.

Katakanlah jumlah Penduduk saat ini : 250 Juta Orang. bila dalam 1 keluarga terdiri dari 5 orang, maka jumlah keluarga yang ada di indonesia adalah kira2 = 50 juta keluarga . Dari 50 juta diambil separohnya saja yang peduli dengan masa depan keuangan keluarganya. Ditemukan angka 25 Juta KK. Bila Setiap Keluarga Mau Menanam 20 Batang saja,

ARTINYA = 20 x 25.000.000,- = 500.000.000,- Batang pohon gaharu.
Ternyata belum cukup 1 Milyar Pohon, … Tidak APALAH, tidak sampai target.
500 Juta batang untuk 7 tahun yang akan datang   sudah bernilai berapa ?
Bila 1 batang Bernilai 5  Juta saja, maka 5  Juta x 500 Juta  = ….. ?
Anda Hitung Sendiri sajalah ……   biar anda juga bisa paham bagaimana mengajak rakyat ini menjadi TUAN ATAS PERTANIANNYA.
 
Untuk itu KT-GGI melalui program kerjanya mengajak :
  1. Setiap Keluarga di Indonesia, bertindak untuk menanam pohon gaharu, baik bagi yang memiliki halam luas , sempit, atau pun yang hanya bisa menanam beberapa batang saja. (mempunyai lahan dengan ukuran 1.000 m2 ke atas  adalah lebih baik) untuk lahan beukuran 1.000 m2 bisa anda tanam 100 batang, (Bila tingkat keberhasilan kita terapkan 80% saja, artinya 7 tahun kedepan keluarga yang menanam 100 batang ini sudah memiliki simpanan sebesar 80 batang x 5  juta rupiah = 400 jt RUPIAH.  MAU PUNYA UANG SEBANYAK ITU ?   Segera Bertindak !!!   Menanam dan Menanam , Bergabung di KT-GGI   !
  2. Membentuk perwakilan di setiap daerah setingkat Kota dan Kabupaten, untuk memudahkan pembinaan dan pendataan lahan serta perencanaan inokulasi pohon gaharu milik anggota KT-GGI.
  3. Sekali lagi GGI mengajak, jangan berkecil hati dengan lahan yang anda miliki saat ini, sekecil apapun dan seberapa yang anda tanam itu memiliki arti yang sangat berharga untuk kebaikan ekonomi keluarga di masa yang akan datang.

INGAT : BAIK DAN BURUKNYA GENERASI YANG AKAN DATANG, SANGAT TERGANTUNG KEPADA HAL APA YANG DILAKUKAN OLEH GENERASI SEKARANG !!!

MARI BERTINDAK UNTUK MENANAM DAN BERGABUNG BERSAMA “GUBAL GAHARU INDONESIA”

BOTANI / TUMBUHAN POHON GAHARU

TAKSONOMI POHON GAHARU

Berdasarkan cirri-cirinya, sistematika pohon gaharu adalah sebagai berikut :

Divisio                         : Spermatophyta

Sub division              : Anglospermae

Class                            : Dicotyledoneae

Sub-class                   : Dialypetalae

Ordo                            : Myrtales

Famili                          : Thymeleaceae

Pohon penghasil gaharu pada umumnya berasal dari family thymeleaceae, yaitu genus Wikstroemia, Gonyitylus, Gyrinops, Dalbergia, Enkleia, Excoccaria, Aguilaria, dan Aetoxylon. Beberapa pohon penghasil Gaharu, antara lain adalah :

  1. AGUILARIA MALACCENSIS
    1. Tinggi pohon mencapai 40 m, batang bergaris tengah 60 Cm, permukaan licin, berwarna keputihan kadang beralur, dan kayunya keras.
    2. Bentuk daun lonjong dengan panjang 7 cm, lebar 4 cm, ujungnya meruncing, berwarna abu-abu kehijauan, permukaan daun mengkilap, dan tulang daun sekunder berjumlah 12-14 pasang.
    3. Bunga terdapat di ujung ranting dan ketiak daun, berbentuk lancip, panjang -/+ 5 mm, berwarna hijau kekuningan atau putih, dan berbau harum.
    4. Buah berbentuk bulat telur atau lonjong, panjang 4 cm, lebar 2,5 cm, dan biji bulat telur tertutup oleh rambut berwarna merah.
    5. Tempat tumbuh pada ketinggian 0 – 850 m dpl.
    6. Daerah penyebaran di Pulau Sumatra dan Kalimantan.
  2. AGUILARIA MICROCARPA
  • Tinggi pohon mencapai 40 m dengan garis tengah batang 80 cm .
  • Tempat tumbuh pada ketinggian 200 m dpl.
  • Daerah penyebaran di pulau Sumatra.

3.   AGUILARIA FILARIA

  • Tinggi pohon mencapai 17 m dengan garis tengah batang 50 cm.
  • Tumbuh di dataran rendah.
  • Daerah penyebaran di Maluku dan Papua.

Dan banyak lagi jenis-2 pohon gaharu, (Kurang lebih mencapai 45 jenis).

Budidaya yang dilakukan di kelompok tani gubal gaharu indonesia (KT-GGI), menyarankan pada setiap anggota taninya untuk menanam pohon gaharu jenis A. Malaccensis, dikarenakan jenis inilah yang sangat disukai aromanya oleh para buyer tingkat dunia.

Untuk Penanaman pohon gaharu dapat dilakukan pada dataran dengan ketinggian 0 s/d 850 m dpl, yang mana penanaman pada lahan bisa dilakukan secara monokultur (=dalam 1 lahan hanya menanam pohon sejenis saja, misalnya pohon gaharu) atau dapat juga di lakukan penanaman secara tumpang sari, yang ditanam di antara pohon pohon lain, misalnya dilakukan tumpang sari dengan pohon coklat, kopi, kelapa, sawit, di lahan sayur mayur,pepaya, durian dan buah-buahan lainnya.

Perawatan pohon gaharu tidak lah begitu sulit, pohon gaharu tidak memerlukan perawatan khusus, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya pohon gaharu :

  1. Pemindahan tanaman (pohon gaharu) dari polibag ke lahan penanaman dilakukan dengan mempersiapkan pohon pelindung di dekat lubang penanaman , untuk penanaman secara monokultur. Pohon pelindung ini berfungsi untuk menjaga gaharu kecil tidak terkena matahari langsung yang dapat membuat daunnya layu dan mati. Untuk pohon pelindung dapat digunakan Pohon Pisang, dimana pohon pisang ditanam terlebih dahulu (2 bulan sebelum penanaman gaharu). Pohon pelindung ini diperlukan menjelang gaharu tumbuh dengan baik dan akarnya sudah menyebar dengan rata, dengan ketinggian batang sekitar 1,5 meter.
  2. Lakukan pembersihan di sekeliling batang pohon dari gulma atau tanaman penggangu yang ada disekitar pohon dengan jarak 2 meter dari batang pohon (Kecuali pohon Pelindung)
  3. Sebaiknya lakukan pemupukan setiap 6 bulan 1x.
  4. Untuk pohon yang tingginya sudah diatas 1,5 m lakukan pemangkasan , agar tumbuh pohon tegak lurus.
  5. Setelah pohon tumbuh hingga diameter batang sudah mencapai 15 cm, sudah bisa dilakukan inokulasi pada pohon tersebut. segera hubungi perwakilan daerah KT-GGI untuk melakukan inokulasi.
  6. Setiap 1 bulan 1x setelah inokulasi lakukan pengecekan batang pohon. Cek perkembangan hasil inokulasi pada batang pohon, apakah penyebaran hasil inokulasi baik atau tidak dan konsultasikan hal ini pada perwakilan KT-GGI di daerah anda.
  7. Pada tahun ke 3 sejak inokulasi , jaga lahan atau pohon gaharu anda yang sudah berisi gaharu. saat itu pohon gaharu anda sudah memiliki nilai jual.
  8. Selamat menanam dan menabung dengan emas hijau.

hole agarwoodADRESS-KTGGI

 
Leave a comment

Posted by on January 10, 2015 in B-BUDIDAYA

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: